Februari 28, 2006

Kaos WRM

Akhirnya.....selesai juga PR bunda buat nyelesain kaos WRM kidz.  Setelah 2 bulan lamanya loh... padahal waktu itu due datenya kaos itu adalah pas kopdaran 17 Desember 2005 yang lalu....ha...ha.... lama banget yak....!!

Setelah lihat hasilnya sih menurut bunda lumayan lah, gak terlalu mengecewakan, tapi gak tahu juga deh panitia WRM-nya ??? he...he.... Maklum aja, kita ordernya hanya via telepon dan via e-mail, jadi bener-bener susah menterjemahkan bahasa visual:-)

Sementara ini, bunda buat tulisannya dulu ya, foto kaosnya menyusul deh....:-)

Nih bunda sudah upload fotonya....:-)

 

Posted by bunda at 01:54:58 | Permanent Link | Comments (6) |

Februari 21, 2006

Nyari Sekolah

Wuih.... gak kerasa, sebentar lagi abang Alif akan masuk SD, begitu juga sama ade Bagas yang mau masuk play group... ih anak bunda dah pada gede-gede ya. Sekarang ini bunda sama ayah lagi nyari-nyari sekolah nih yang pas buat abang dan ade... pengennya sih yang ideal lah, bagus pendidikan agamanya dan bagus juga pendidikan umumnya....(ada gak ya ??), tapi ayah & bunda milih yang pendidikan agamanya dulu biar tambah mantep belajar agamanya, bukan maksudnya tidak mementingkan pendidikan umum loh....

Setelah hunting sana sini, tanya sana sini, ayah dan bunda sudah ketemu 2 sekolah yang 'lumayan'lah menurut ayah & bunda.  Kenapa masih 'lumayan' kok dipilih ?? Karena setelah disortir dan menurut beberapa pendapat teman, sekolah itu lah yang lumayan....ha...ha.... balik lagi ya ke lumayan. Gak lah dari jarak yang gak terlalu jauh, pendidikan agamanya juga bagus dan pendidikan umumnya juga lumayan, dan yang pasti secara harga lah ya. Makanya langsung daftar disana.

Kadang bunda binggung juga loh, mau masuk sekolah aja biayanya mahal banget ya ? Masak ada yang sampe belasan juta untuk masuk ke SD dan play group (yang swasta ya - kalo yang Negri sih gratis katanya...). Wuih gimana tuh kalo ada yang gak bisa masuk ke sekolah negeri ? kan otomatis harus masuk ke sekolah swasta, nah kalo harganya segitu gimana ?? bukannya ntar malah tambah banyak tuh anak-anak yang gak pada sekolah ??

Balik lagi kecerita bunda, setelah bunda memilih sekolah yang 'pas' buat abang (ini masih perkiraan loh ya... soalnya yang ngejalanin kan tetep abang) beli formulir dan mengisi administrasi, abang nanti akan menghadapi yang namanya tes calistung sama psikotest, bete deh dengernya. Mau masuk sekolah dasar loh, kok pake tes-tes-an segala ? Bilangnya sih buat melihat sejauh mana daya kematangan emosi dan kemandirian anak, tapi ya sudahlah apapun namanya mungkin ini prosedur yang harus dijalanin. Pokoknya ayah & bunda mau memberikan yang terbaik deh buat abang dan ade.

Lain abang, lain juga ceritanya ade Bagas. Karena baru playgroup otomatis yang bunda cari yang jaraknya dekat dengan rumah.  Dan kebetulan di dalam komplek ada beberapa playgroup, jadi tinggal pilih yang mana yang ade suka, yang penting menurut ayah & bunda yang pendidikan agamanya dulu kali ya.  Kalo ceritanya ade Bagas sih dia maunya yang banyak mainannya dan ada kelincinya... he...he... biar bisa main terus..... ya gak apa-apa deh namanya juga playgroup ya de...:-).

Posted by bunda at 01:19:28 | Permanent Link | Comments (0) |

Februari 20, 2006

Sepengal Rasa....

Sedih deh rasanya...lihat anak-anak bunda yang lagi sakit.  Gak ada lagi keceriaan yang terpancar dari wajah-wajah imut kalian.  Pulang kerja yang biasanya penuh dengan kata sambutan, tawa serta cerita dari bibir mungil kalian 1 minggu ini bunda tidak pernah dengar.....

Sedih banget.. karena bunda gak bisa nemenim Abang sama ade, bunda hanya bisa memantau kalian dari telepon. Menanyakan abang sudah minum obat ? Ade sudah minum obat ? Udah pada makan ? dan seabrek lagi pertanyaan bunda untuk kalian....

Seandainya.... seandainya bunda bisa memilih, bunda ingin sekali bersama-sama kalian. Melewati hari-hari dengan penuh keceriaan, berbagi cerita dan bukan berbagi sisa waktu yang sering ayah dan bunda berikan..... Doakan bunda ya, biar bunda bisa secepatnya menemani kalian...:-)

 

Posted by bunda at 07:59:06 | Permanent Link | Comments (0) |

Februari 06, 2006

Ebook WRM Indonesia

 

 Peranan Orangtua dan Praktisi Dalam Membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori & Trend Pendidikan
             Nara sumber:
                 Adi D. Adinugroho M.A.
                Dr. Julia Maria van Tiel

Milist We R Mommies Indonesia , saat ini telah meluncurkan sebuah buku yang berisikan tentang "Peranan Orang Tua dan Praktisi Dalam membantu Tumbuh Kembang Anak Berbakat Melalui Pemahaman Teori & Trend Pendidikan" .  Buku ini  adalah hasil rangkuman dari e-seminar yang pernah diadakan oleh milist We R Mommies Indonesia beberapa waktu yang lalu. Rencananya hasil penjualan buku ini akan digunakan untuk kegiatan sosial yang Insya Allah akan diadakan oleh We R Mommies (sampai saat ini We R Mommies telah mengadakan Program Anak Asuh...)

Ebook, yang berjumlah 228 halaman, dengan format Adobe PDF dapat
dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat yang perduli akan tumbuh kembang anak.

Hanya dengan Rp 50.000 atau $6 atau 5 EUR atau 600 JPY, Anda dapat memiliki ebook special ini, sekarang juga.
Untuk transaksi dapat dilakukan secara online, baik oleh pembeli yang berada di dalam negeri ataupun di luar negeri.


Berikut kutipan-kutipan penting dari dalam buku ini :

Proses tumbuh kembang adalah proses individual dan bukan merupakan suatu “lomba balap”, dimana siapa yang cepat merupakan yang terbaik dan tersuper.

Hal yang perlu diingat adalah kita tidak bisa menciptakan, mempercepat maupun mengabaikan tahapan kesiapan anak di dalam proses tumbuh kembang. Kesiapan dan percepatan tumbuh kembang anak merupakan suatu keunikan individu..

Pada zaman dimana arus teknologi dan komunikasi berkembang pesat dan maju, orangtua dihadapkan pada beragam jenis informasi serta beragam metode komersial maupun non komersial yang menawarkan program-program untuk membantu proses tumbuh kembang anak. Permasalahannya adalah apakah semua informasi dan metoda maupun kurikulum pendidikan yang beragam dan banyak ditawarkan tersebut cocok untuk si anak? Bagaimana kita dapat memilah-milih yang terbaik dan sesuai untuk kondisi anak kita? Acuan apa yang sebaiknya digunakan untuk dapat membandingkan pertumbuhan anak? Bagaimana kita menyikapi trend pendidikan yang ada? Bagaimana memilih pendidikan yang cocok serta dapat membantu proses tumbuh kembang anak dengan baik dan maksimal?

..arus deras informasi dan berbagai tawaran metoda dan program pendidikan dari luar yang bermunculan menjadi saling tumpang tindih dan rancu pelaksanaanya. Belum lagi adanya faktor “azas manfaat” sejalan dengan trend perubahan dan menggunakan “keawaman” masyarakat sebagai komoditi bisnis pendidikan yang sangat subur.

Arus perubahan di Indonesia hampir selalu dipengaruhi dan mengikuti trend perubahan di negara-negara dimana Indonesia berkiblat seperti USA. Contohnya adalah trend pendidikan inklusif dan pendidikan anak usia dini yang marak dan hangat topiknya akhir-akhir ini.... Di USA sendiri perubahan sistem pendidikan terkait erat dengan arah perubahan politik.

.. bagaimana kita menyikapi dan secara proaktif mengendalikan arus informasi yang dikemas secara masif dan ekstrapersuasif tersebut agar tidak malah menjadi bumerang pembingungan dalam pengambilan keputusan bagi anak-anak? Bagaimana kita bisa memberikan bantuan dan pelayanan pendidikan yang sesuai bagi anak-anak?

Publikasi yang lebih banyak dilatar belakangi kegiatan komersial, justru nampak lebih menawan--para orang tua melaporkan seolah-olah dikejar-kejar--memberikan harapan dan angan angan kebahagiaan mempunyai anak cerdas, berbakat, dan berprestasi pada orangtua.

Publikasi tentang stimulasi dini dan perkembangan otak anak dalam talkshow di televisi, radio, seminar, maupun di media cetak serta online, menjadi laku keras.... Semuanya sarat dengan pesan, jika usia emas (golden age periode) dilampaui secara sia-sia, akan terlambatlah kita menjadikan anak kita sebagai anak yang mempunyai otak prima...Disinilah kita dituntut agar lebih kritis dan lebih mampu menyaring informasi yang tidak merugikan baik secara material maupun kerugian psikis pada anak. Karena intervensi yang kita berikan dapat saja menjadi bentuk penganiyayan fisik dan psikis pada anak.

Teori perkembangan dan pembelajaran yang masih kontradiktif—seperti teori Multiple Intelegence (MI) milik Howard gardner—juga banyak dijadikan landasan pegangan sekolah-sekolah maupun panduan tumbuh kembang anak di Indonesia. Padahal para akademisi pendidikan di dunia internasional telah menyatakan bahwa, teori MI ini masih belum bisa dibuktikan pengukuran dan pembuktian empirisnya (pseudoscience). Yang dijelaskan oleh Gardner hanyalah ke-8 intelligence (keping-keping intelektual) miliknya tersebut. Sejauh ini belum ada sistimatika dan acuan aplikasi teori MI. Begitu pula dengan alat pengukur keping-keping intelektual yang dijabarkan dalam MI. Parameter pengukur kemajuan kepingan intelektual tersebut dan pengaruhnya terhadap pertumbuhan anak secara menyeluruh serta dampaknya terhadap intelektual-intelektual lainnya pun belum ada.

Apakah memang MI ini benar dapat memberikan manfaat? Project Zero, proyek penelitian milik kelompok Gardner sudah belasan tahun tidak pernah menghasilkan bukti empiris. Bukti-bukti yang diberikan Gardner hanyalah berbagai testimoni dari para guru kelas. Akibatnya yang terjadi di lapangan adalah trial and eror, terserah kepada praktisi lapangan bagaimana menginterpretasi MI. Bahayanya, selain hanya membuang-buang waktu, kita juga tidak tahu lagi kapan harus berhenti menstimulasi. Padahal hal ini bisa jadi malah menimbulkan abusing terhadap anak.

Apa yang terpenting untuk mengembangkan kreativitas anak? Yang terpenting adalah memberikan ruang luas dan rasa aman dalam kehidupannya sehingga ia mampu meletakan kepercayaan kepada lingkungan agar ia berani melakukan eksplorasi seluas-luasnya ke daerah-daerah yang tidak atau belum ia kenal..
 
Jadi tunggu apalagi ? Silahkan klik disini http://wrmebooks.mylnm.com/shop?eb=1&id=00009
Mari membeli sekaligus beramal, dapat ilmunya dapat pahalanya.....:-)

 

 

 

Posted by bunda at 23:53:22 | Permanent Link | Comments (1) |